Nama : DERIL FATU RAHMAN
NPM : 12113195
Kelas : 4 KA 18
Mata Kuliah : Pengantar
Telematika
Definisi Telematika
Telematika merupakan istilah dari
kata “Telekomunikasi” dan “Informatika”. Telekomunikasi adalah teknik
pengiriman atau penyampaian informasi, dari suatu tempat ke tempat lain.
Sedangkan informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari struktur, sifat
dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data,
memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam
bentuk informasi. Dan, kata telekomunikasi dan informatika dapat didefinisikan
sebagai telekomunikasi melalui media informatika.
Jenis
- jenis Layanan Telematika
Berdasarkan layanannya, telematika dibagi menjadi :
1. Telematika di Bidang
Komunikasi
Salah satu contoh layanan
telematika di bidang komunikasi adalah layanan dial up ke Internet maupun semua
jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan
data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Contoh lainnya, sekarang semua orang sudah mempunyai handphone, dan semakin hari semakin pesat perkembangan teknologinya, dan semakin memudahkan para penggunanya untuk mendapatkan informasi secara langsung baik itu dari sms maupun push email atau sekedar browsing dengan menggunakan wifi ataupun WAP.
Selain itu, layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial, pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320.
Contoh lainnya, sekarang semua orang sudah mempunyai handphone, dan semakin hari semakin pesat perkembangan teknologinya, dan semakin memudahkan para penggunanya untuk mendapatkan informasi secara langsung baik itu dari sms maupun push email atau sekedar browsing dengan menggunakan wifi ataupun WAP.
Selain itu, layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial, pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320.
Secara fungsional, elemen pendukung layanan video conference
terdiri dari:
Terminal Video
Conference atau Endpoint Video Conference
adalah perangkat yang berada di
sisi pengguna video conference.
MCU (Multipoint
Conference Unit)
adalah semacam server yang
berfungsi sebagai pengendali konferensi yang melibatkan banyak pengguna dan
banyak sesi konferensi.
Gateway dan
Gatekeeper
adalah media yang melakukan
proses adaptasi atau penyesuaian komunikasi video conference yang berbasis ISDN
ke IP dan sebaliknya.
Jenis Video Conference berdasarkan hubungan diantara
pemakainya dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Real Time Colaboration
Multiparty Conferencing
merupakan sarana hubungan konferensi yang seketika dengan
resolusi yang baik dan interaktif.
2. Active Participation
Users
hubungan yang terjadi diantara pemakai dengan jaringan
komputer atau basis data, merupakan konferensi yang seketika dengan resolusi
yang baik dan interaktif.
3. Passive Participation
Users
keikutsertaan pemakai bersifat pasif dan memerlukan hubungan
yang seketika dan interaktif.
2. Telematika di Bidang Transformasi
Telematika transportasi adalah
cabang teknologi yang mengintegrasikan telekomunikasi dan software engineering
di bidang sistem transportasi. Saat ini bidang ini telah memainkan peran
penting dalam manajemen efektif jaringan infrastruktur transportasi dan
menyediakan kolaborasi optimum antara berbagai jenis tipe transportasi, atau
yang dikenal dengan transportasi multimodal (multimodal transport).
TOYOTA merupakan salah satu contoh yang menerapkan layanan telematika di bidang transportasi di Indonesia. Semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan layanan telematika. Telematika (telekomunikasi dan teknologi satelit) akan menjadi bagian dari gaya hidup berkendara di abad 21 yang harus difasilitasi.
TOYOTA merupakan salah satu contoh yang menerapkan layanan telematika di bidang transportasi di Indonesia. Semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan layanan telematika. Telematika (telekomunikasi dan teknologi satelit) akan menjadi bagian dari gaya hidup berkendara di abad 21 yang harus difasilitasi.
Selain itu, Toyota juga memiliki
layanan navigasi yang menggandeng perusahaan pemetaan Tele Atlas. Informasi dan
peta lengkap dengan 13.000 lokasi-lokasi penting, mulai hotel, rumah sakit,
hingga dealer Toyota sudah terekam.
Toyota juga mengembangkan
perangkat keras dan Graphics User Interface (GUI) yang didesain secara khusus. Dengan
layanan Toyota Genuine Accesories (TGA). Toyota juga mempermudah pengguna
Toyota Navigation dengan memberikan update perangkat lunak tanpa dikenai biaya.
Toyota melengkapi layanan telematikanya dengan layanan Mobile Reward Exchange
(MORE) yang dirancang dalam mobile platform untuk pengguna telepon seluler.
3. Telematika di Bidang
Teknologi Sistem Navigasi
Telematika dalam bidang teknologi
sistem navigasi atau GPS (Global Positioning System) berperan sebagai bagian
integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah atau mobile
communication technology.
Gambar 1. Satelit yang berada di luar angkasa
Telematika dalam bidang teknologi sistem navigasi atau GPS
(Global Positioning System) berperan sebagai bagian integral dari komputer dan
teknologi komunikasi berpindah atau mobile communication technology.
Gambar 2. Contoh GPS pada ponsel Blackberry
GPS adalah sistem untuk
menentukan posisi di permukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit.
Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke
Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk
menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS
antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.
Sistem ini dikembangkan oleh
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya
adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah
sebuah “singkatan”, ini adalah SALAH. Karena NAVSTAR adalah nama yang diberikan
oleh John Walsh, yaitu seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS.
Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika
Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk
penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.
Gambar 3. GPS Tracker pada mobil
GPS Tracker atau sering
disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle
Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada
ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi
teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu
menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.
1. Telematika di Bidang
Pendidikan
Pengolahan telematika dan
pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk
dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya
bidang pendidikan.
Ide untuk menggunakan
mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses
yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan
lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan
tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK.
Sejalan dengan itu mulailah
bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library dan
sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara
implisit dimaknaiberdasar teknologi elektronika digital.
o Buku Elektronik atau e-book
adalah salah satu teknologi yang
memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang
ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan
tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga
informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional.
Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku
konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer.
Dengan teknologi ini, ratusan
buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas
sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai
8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16
GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat
misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan
ensiklopedi dalam format multimedia.
Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan
tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur
multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat
disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat
dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
o E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan
untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi
pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan
jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar,
interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya
berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagaionline
learning.
Definisi yang lebih luas
dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah
pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada
dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan
memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi
informasi.
Dalam definisi tersebut tercakup
siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning.
Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning,
pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah
bersinergi dengan teknologi internet.
Internet-Based Learning atau Web-Based
Learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang
dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan
pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau
fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing
list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum
diskusi.
Fasilitas e-learning yang
lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak
pengelola pembelajaran atau LMS(Learning Management System). LMS mutakhir
berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama
tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan
siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses
pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan
komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini
memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di
antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik
atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau
melaluivideo conference.
2. Telematika di Bidang
Context-Awareness dan Event-Base
Di dalam ilmu komputer menyatakan
bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap
lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang
tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan
oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Context-Awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Context-Awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Sebagai contoh : ketika seorang
user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki
user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan
menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini,
konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari
context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Sumber-sumber :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
- http://id.wikipedia.org/wiki/Informatika


